Pelatihan Calon Anggota Legislatif Besama KBFP Ke 8: Mambangun Relawan dan Saksi

Salah satu hal penting dalam penyelenggaraan pemilu adalah asas keadilan dan kesetaraan, di mana setiap peserta memiliki kesempatan yang sama dalam berkontestasi. Dengan telah ditetapkannya  Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR, DPD dan DPRD Pemilu tahun 2019, peserta pemilu mulai melakukan kampanye dan menjaring dukungan dari konstituen dengan membentuk jaringan relawan dan pemilih. Untuk menyikapi hal tersebut Kader Bangsa Fellowship Program berinisitif melakukan pembekalan untuk calon anggota DPR, DPD dan DPRD muda lintas partai bekerjasama denga opini.id dengan tema “Penguatan Kapasitas dan Integritas Politisi Muda dalam Memperkuat Kebangsaan, Demokrasi, dan Kesejahteraan Sosial di Era Digital”.  Acara ini diselenggarakan Kamis,  1-5 Oktober 2018 bertempat di Kantor Opini.id, Wisma 77 Tower2, Slipi Jakarta.

Hadir dalam sesi “Membangun Relawan dan Saksi,” ketua the Election School Project (ESP) Dahliah Umar sebagai dalam paparannya menjelaskan tentang pentingnya pemahaman mendasar tentang Sistem Pemilu, yang mempengaruhi sistem kepartaian, pola pencalonan, wilayah daerah pemilihan, tatacara memberikan suara, konversi hasil suara menjadi kursi, serta perilaku pemilih. Indonesia sebagai negara yang memilih sistem Proposional Daftar Terbuka berimplikasi  pada terbentuknya sistem multi partai secara almiah, mengingat system proposional memberikan kesempatan adanya jumlah kursi jamak yang diperebutkan dalam sebuah daerah pemilihan. Sistem proposional terbuka juga memungkinkan setiap calon anggota legislatif melakukan kampanye secara langsung, dan pemilih juga memilih calon secara langsung. Hal ini menimbulkan persaingan tidak hanya antara partai politik, juga sesama calon di partai politik yang sama. Sistem proporsional juga dengan daerah pemilihan dan sebaran pemilih yang luas, mengharuskan seorang calon anggota legislatif memahami bagaimana memetakan dukungan dan membentuk jaringan relawan.

UU Pemilu No 7 tahun 2017 tidak mengenal istilah “relawan”, begitupula dalam Peraturan KPU No 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Namun dalam ketentuan pasal 270 UU Pemilu menyatakan bahwa pihak-pihak yang berkampanye termasuk diantaranya Juru Kampanye, Orang Seorang dan Organisasi yang ditunjuk oleh peserta pemilu maupun calon anggota DPR dan DPRD. Dengan demikian, pihak-pihak tersebut dapat dikategorikan “relawan” yang terikat dengan aturan kampanye. Sedangkan  “Saksi” ada pada ketentuan pemungutan dan penghitungan suara ada pada pasal 351 ayat (3) (7) dan (8), yaitu: Pelaksanaan pemungutan suara disaksikan oleh saksi Peserta Pemilu, Saksi harus menyerahkan mandat tertulis dari Pasangan calon/tim kampanye, Partai Politik Peserta Pemilu, atau calon anggota DPD kepada KPPS dan saksi sebagaimana dilatih oleh Bawaslu. Dengan demikian, saksi adalah pihak yang ditunjuk dan melekat pada peserta pemilu yaitu partai politik atau calon anggota DPD atau pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.  Tantangan bagi calon anggota legislatif dari partai politik adalah memastikan netralitas dan kredibilitas saksi yang bekerja atas mandat parpol, dan bukan menjadi bagian dari pemenangan salah satu calon. Bagi caleg yang baru pertama kali mencalonkan diri, kehadiran relawan di setiap TPS  yang menjadi basis akan sangat penting untuk memastikan bahwa baik penyelenggara, pengawas, maupun saksi benar-benar mentaati semua prosedur pemungutan dan penghitungan suara dan menjaga integritas hasilnya.

Pemetaan jumlah pemilih dalam sebaran TPS dalam sebuah daerah pemilihan adalah “battlefield” caleg. Untuk memahami estimasi ambang batas atas dan ambang batas bawah perolehan suara dalam meraih kursi,  caleg perlu mencermati hasil pemilihan sebelumnya berbasis tempat pemungutan suara. Dengan demikian analisa terhadap data hasil perolehan suara dan sebaran pemilih dapat menjadi langkah awal untuk menganalisa kebutuhan relawan untuk memaksimalkan kegiatan-kegiatan kampanye dan penggalangan dukungan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


nineteen − eight =