ESP, KIPP Jakarta dan JaDI DKI Jakarta Launching 1000 Pemantau se-Jabodetabek

Memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, ESP, KIPP Jakarta dan JaDI DKI Jakarta melaunching 1000 Pemantau se-Jabodetabek dalam acara Sosialisasi Undang-undang Nomor 07 tahun 2019 kerjasama Netfid dengan Bawaslu RI, (Jum’at, 11/04/2019) bertempat di Universitas Nahdatul Ulama Indonesia (Unusia).

Dalam pernyataan sikapnya, Dahliah Umar, ketua Netfid (ESP) mengungkapkan bahwa Pemilu 2019 merupakan pemilu yang rumit dengan kontestasi peserta yang kompetitif baik di pemilu presiden dan wakil presiden maupun pemilu legislatif (DPR-RI, DPD dan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota). “Semakin kompetitif semakin besar tindak pelanggaran dan berpotensi menimbulkan kecurangan,” ungkapnya. Untuk itu, menurutnya peran serta masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu sangat penting dilakukan. Walaupun sudah ada Bawaslu, sebagai pengawas pemilu, tetapi peran mereka harus didukung masyarakat dengan ikut terlibat langsung dalam pemantauan Pemilu.

“ESP, KIPP Jakarta dan JaDI DKI Jakarta secara bersama-sama menerjunkan 1.000 relawan untuk memantau di TPS,” ungkap Dahliah Umar, ketua Presidium JaDI-DKI Jakarta. Menurut Faiz Yazid, Ketua KIPP Jakarta, relawan yang akan memantau TPS sudah direkrut sejak empat bulan lalu dengan dibekali pengetahuan menjadi pemantau. “Saat ini kami launching sekaligus pemantapan bersama baik untuk memantau prosesnya maupun dalam mengawal hasilnya,” tegasnya.

Untuk memantau proses, relawan akan disebar dilokasi rawan pelanggaran baik itu rawan partisipasi pemilih, rawan penyelenggaraan, rawan kekerasan sosial maupun rewan tidak pidana pemilu. Semantara untuk mengawal hasil, kami bersama ESP dan JaDI-DKI Jakarta akan mengupload hasil C1-plano ke dalam program Kawal Pemilu Jaga Suara 2019. “Perekrutan relawan KPJS 2019 akan kami terus dilakukan hingga terpenuhi di 28.000-an TPS,” ungkapnya. Untuk itu, ia berharap 17 April nanti seluruhnya terisi,” harapnya dalam launching tersebut. “Dalam dua tiga hari ini sedang diskusikan taknis metode pemantauannya baik itu menyangkut pendistribusian relawan maupun dalam hal pelaporan hasil pemantauan,” ungkap mereka berdua menegaskan.  (TQ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × 4 =