Ngobrol Pemilu (Ngopi) Netfid Kota Tidore Kepulauan

Ngobrol Pemilu (Ngopi) yang diselenggarakan oleh Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Kota Tidore Kepulauan Sukses di gelar, acara ngobrol pemilu itu dibuka langsung oleh Ketua Netfid Wilayah Provinsi Maluku Utara Firman Amir, M. Pdi, bisa berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut yang menjadi pembicara yaitu terdiri dari Dewan Pengawas Wilayah Netfid Malut Jamaludin M. S. Km, Ketua GP Ansor Kota Tidore Soepriyadi Syahbuddin, M.Si, Anggota KPU Kota Tidore Amirudin Ais,M.A, Ketua Bawaslu Kota Tidore Bahrudin Tososfu, S.H, dan Ketua KPU Halmahera Tengah Ibu Sridewi Nurlaela, M.T.
Sebagaimana diketahui secara bersama bahwa tujuan didirikannya Netfid Indonesia yaitu turut serta berperan dalam mewujudkan cita-cita demokrasi dan kemajuan bangsa. Sehingga sudah menjadi tugas dan tanggungjawab bersama Netfid di seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Maluku Utara untuk mengawal agar proses demokrasi di Bangsa Indonesia bisa berjalan dengan baik.

Salah satu diantara agenda demokrasi itu adalah pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang nantinya akan digelar pada tahun 2024. Sehingga tema yang diangkat dalam ngobrol pemilu (Ngopi) kali ini adalah “Tantangan KPU Menghadapi Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024”.

Ngobrol Pemilu yang sukses digelar itu menghasilkan banyak ide dan gagasan yang dimunculkan oleh para narasumber, baik dari penyelenggara pemilu, pemantau pemilu, maupun dari organisasi kepemudaan. Ada beberapa diantaranya yang bisa di bahas secara bersama yaitu, bagaimana kesiapan penyelenggara pemilu dalam menghadapi pemilihan serentak pada tahun 2024, diantaranya soal regulasi yang harus diatur dengan baik oleh pemerintah disaat pemilihan serentak yang nantinya digelar pada tahun 2024, bagaimana infrastruktur yang harus disiapkan oleh penyelenggara pemilu, bagaimana kesiapan Sumber Daya Manusia para penyelenggara pemilu baik di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, sampai pada tingkat Kecamatan serta Kelurahan atau Desa. Bagaimana pemerintah harus mempesiapkan ketersediaan anggaran yang memadai agar bisa menopang seluruh proses pemilu baik disaat masa pra pemilu, masa pemilu, maupun pasca pemilu digelar. Bagaimana protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan baik, karena bangsa kita masih berada dalam wabah covid 19. Bagaimana jaminan kesehatan warga negara dan penyelenggara pemilu harus dijamin sebaik mungkin.

Hal-hal inilah yang muncul dalam diskusi ngobrol pemilu yang digelar oleh Netfid Kota Tidore Kepulauan dan harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah untuk segera diantisipasi sedini mungkin agar kualitas penyelenggaraan pemilu bisa kita harapkan terlaksana dengan baik tanpa ada hambatan sedikitpun.

Kita berharap agar pemilu pada tahun 2024 bisa digelar dengan sebaik mungkin sehingga kualitas demokrasi di bangsa kita bisa berjalan dengan sebaik-baiknya.

Penulis
Firman Amir M.Pd.I
Ketua Umum “Network for Indonesian democratic society (Netfid)
Wilayah Provinsi Maluku Utara”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


two × 5 =