SKPP Bawaslu RI Menjaga Kewibawaan Demokrasi

KelasPemilu.org – Rakyat adalah satu kata yang paling dekat dengan demokrasi. Karena rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara demokrasi. Demokrasi sendiri berasal dari dua kata yunani, demos dan kratos. Yang artinya kekuasaan rakyat.

Negara Demokrasi menempatkan rakyat sebagai subjek dari pemerintahan, bukan seperti negara monarki atau negara komunis yang cenderung otoriter dan menempatkan rakyat sebagai objek pemerintahan. Karena rakyat sebagai subjek dari pemerintahan maka semakin tinggi partisipasi rakyat di pemerintahan negara akan semakin baik kualitas demokrasi di negara tersebut. Itu artinya, partisipasi rakyat menjadi kunci dari kualitas demokrasi.

Indonesia adalah negara demokrasi. Indonesia menempatkan rakyat sebagai subjek dari pemerintahan. Sejak kemerdekaan Indonesia, rakyat senantiasa hadir dalam setiap naik dan lengsernya pemimpin di Indonesia.  Pemilu sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945, dan dalam setiap momentum PEMILU rakyat wajib berperan sebagai subjek yang mengawasi proses PEMILU. Sehingga pemilu bisa berjalan sesuai dengan azas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. Indonesia melalui BAWASLU RI akan senantiasa menjaga kewibawaan demokrasi di kancah dunia. Bawaslu RI sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki  program unggulan yaitu SKPP, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif. SKPP BAWASLU RI 2021 dilaksanakan di 100 titik di seluruh Indonesia sebagai upaya untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Seperti apa yang Cak Masykur sampaikan dalam momentum SKPP Bawaslu RI 2021 titik lokasi Banyumas. “SKPP Bawaslu RI ini dilaksanakan dalam rangka menjaga kewibawaan Demokrasi Indonesia”.

Dengan adanya SKPP, rakyat terdidik untuk memahami pentingnya berpartisipasi mengawal demokrasi di Indonesia. Menjadi pengawas yang tidak hanya berani, namun juga berpengetahuan. Dan menjadi pengawas yang tidak hanya berpengetahuan, namun juga berani. Berani untuk menegakkan keadilan pemilu.

 

Fikron Faqihudin, Netfid Cilacap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty − 12 =