PERAN PEMUDA PADA PEMILU 2024

KelasPemilu.org – Besarnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh keterlibatan para pemuda. Sejarah mencatat, bahwa pemuda memiliki peran sangat penting dalam setiap perubahan yang terjadi di negeri ini. Banyak sekali peristiwa sejarah menunjukkan aksi nyata pemuda bagi kemajuan bangsa. Sejak sebelum proklamasi kemerdekaan hingga sekarang, setiap tragedi penting tidak bisa dipisahkan dari pemuda. Sumpah pemuda pada 1928 adalah bukti satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Para pemuda berkumpul dan bersumpah bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu. Hal itu dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Melihat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, yang dimaksud pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pada umur itu pemuda memiliki semangat yang tinggi dan memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik. Memiliki idealisme dan keinginan untuk senantiasa berkembang. Tidak mudah putus asa dan senantiasa mencoba hal-hal baru. Sikap rela berkorban, sikap mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi/golongan, sikap pekerja keras, sikap menjunjung tinggi persatuan, sikap berani dan sikap pantang menyerah adalah sikap yang bisa kita temui pada diri pemuda.

Negara demokrasi menempatkan pemuda sebagai subjek dari pemerintahan, bukan seperti negara monarki atau negara komunis yang cenderung otoriter dan menempatkan pemuda sebagai objek pemerintahan. Karena pemuda sebagai subjek dari pemerintahan maka semakin tinggi partisipasi pemuda di pemerintahan negara akan semakin baik kualitas demokrasi di negara tersebut. Itu artinya, partisipasi pemuda menjadi salah satu kunci dari kualitas demokrasi. Indonesia adalah negara demokrasi. Indonesia menempatkan pemuda sebagai subjek dari pemerintahan. Maka pemuda harus hadir dalam setiap proses demokrasi di Indonesia.

Pemilu sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945, dan dalam setiap momentum pemilu, rakyat dalam hal ini adalah pemuda, wajib berperan sebagai subjek yang mengawasi proses pemilu. Sehingga pemilu bisa berjalan sesuai dengan azas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Momentum pemilu 2019 telah memberi pelajaran kepada kita bahwa masyarakat kita masih belum sepenuhnya dewasa dalam berdemokrasi. Adanya istilah cebong dan kampret adalah bukti bahwa masyarakat terbelah menjadi dua kelompok yang mengakibatkan konflik horizontal yang cukup panjang. Sedangkan masyarakat kita masih belum bisa saling memahami betapa pentingnya menjaga persatuan sesama anak bangsa di tengah perbedaan pilihan.

Jika melihat dari sudut pandang yang luas. Konflik memang tidak hanya berdampak negative saja. Karena jika konflik bisa diselesaikan dengan baik maka dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan pendapat.
Praktek demokrasi kita juga belum sepenuhnya ideal. Pemilu 2019 baru saja lewat orang-orang sudah bersiap untuk 2024. Hasilnya, tidak sedikit pejabat yang bukan bekerja untuk rakyat, tapi bersiap untuk diri, keluarga dan kelompoknya agar bisa selamat. Politik kita sejauh ini hanya berkutat pada bagaimana mempertahankan atau merebutkan kekuasaan. Belum sampai pada level bagaimana berkuasa untuk mencapai kebaikan umum.

Lalu dalam hal ini apa yang bisa dilakukan pemuda untuk demokrasi dan pemilu 2024?
Pemilu 2024 konon akan menjadi pemilu yang sangat kompleks. Lebih kompleks dari pemilu 2019. Apalagi jika pada 2024 pandemi covid-19 belum bisa dikendalikan menjadi endemi maka akan menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi suksesi penyelenggaraan pemilu 2024.

Para pemuda yang dalam hal ini adalah kelompok yang dianggap menjadi penyambung lidah antara elit dengan alit. Bisa menjadi kelompok yang mengkampanyekan pemilu tanpa praktek jual beli suara. Praktek jual beli suara itu yang menjadi salah satu akar masalah tindakan korupsi para pejabat.

Bisa menjadi kelompok yang menjaga kondusifitas media social. Jangan sampai media social bertebaran konten-konten yang mengarahkan masyarakat untuk saling terpecah belah. Media social sangat rentan dijadikan sebagai alat oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan seperti black campaign atau kampanye hitam.
Pemuda hari ini banyak yang memiliki ribuan pengikut di media social.

Bayangkan saja jika satu orang pemuda yang memiliki ribuan pengikut mampu mempengaruhi pengikutnya untuk menyadari bahwa pemilu 2024 nanti adalah pesta demokrasi yang menjadi sarana kedaulatan rakyat. Menyadari bahwa memilih pada pemilu 2024 bukanlah suatu kewajiban, akan tetapi hak setiap warga negara yang mesti diambil untuk mewujudkan demokrasi yang baik dan melahirkan pemimpin yang mendapatkan kepercayaan langsung dari rakyat. Maka pemilu 2024 akan menjadi pemilu yang lebih baik dari pemilu 2019 mana kala tidak ada pemuda yang gemar menyebarkan berita bohong atau hoax tentang pemilu.

Keterlibatan pemuda yang sadar pemilu dalam ekosistem digital kita akan meminimalisir konten-konten negative di dunia digital.
Pemuda juga bisa ikut serta mengawasi proses pemilu di TPS. Kecurangan pemilu bisa juga terjadi saat di TPS. Pemuda bisa ikut memastikan bahwa tidak ada kecurangan di TPS seperti kecurangan penghitungan suara, penentuan suara sah dan kecurangan-kecurangan lainnya. Jadi bisa dikatakan, BAWASLU tidak bisa bekerja sendiri. BAWASLU membutuhkan bantuan pemuda untuk ikut serta berpartisipasi dalam mengawal jalannya pemilu 2024. Hal yang mesti dilakukan yaitu memastikan bahwa pemilu 2024 berjalan dengan luberjurdil.

Pada saat pemilihan berlangsung pemuda juga bisa memastikan apakah para penyandang disabilitas dan para lansia terfasilitasi dengan baik saat menggunakan hak pilihnya. Mereka yang secara fisik terkendala juga bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat kita. Jangan sampai keterbatasan fisik membuat mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Pastinya masih banyak sekali peran pemuda yang bisa dilakukan pada pemilu 2024. Semua berhak berpartisipasi. Karena, tidak semua harus menjadi penyelenggara pemilu dan tidak semua bisa menjadi penyelenggara pemilu. Tapi semua bisa memastikan dari diri mereka sendiri, dari tempat mereka bekerja, dari lingkungan keseharian mereka, demokrasi harus tetap hidup dan pemilu 2024 berjalan dengan baik.

Akhirnya, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sangat berarti bagi demokrasi kita. Maju atau mundurnya demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh pemudanya. Pemilu 2024 adalah kesempatan bagi pemuda untuk membuktikan bahwa demokrasi Indonesia masih memiliki harapan di tengah maraknya praktek politik uang. Demokrasi Indonesia masih bisa bertahan meski di berbagai platform media sosial bertebaran konten-konten kampanye hitam yang menebarkan kebencian. Dan segala pelanggaran pemilu tidak akan ada artinya karena sejak dini kita telah mempersiapkan generasi muda yang sadar akan pentingnya pemilu yang berintegritas. Tentunya dengan cara-cara yang bermartabat pemuda akan mempersiapkan diri menjadi penerus generasi yang sekarang menduduki posisi strategis di dalam lembaga penyelenggara pemilu. Biarkan pemuda menekuni pekerjaan di bidangnya namun tetap memiliki kesadaran bahwa pemuda harus ikut berpartisipasi dalam mengawal pemilu 2024.

Fikron Faqihudin (Netfid Cilacap)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


seventeen − 5 =